Sabtu, 19 September 2015

Semoga Bisa Di Lanjutkan Oleh Hasan Basri Agus Dan Edi Purwanto Menuju Jambi Emas

Arsipberita: http://tokoh.harianjambi.com/bernhard-panjaitan/berita-bernhard-dukung-hba-mewujudkan-bandara-jambi-bandara-internasional.html
Simulasi yang dihadiri oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Dokter Tjejep Ali Akbar  dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Abdul Jamil mengapresiasi simulasi yang dilaksanakan oleh penyelenggaraan Haji dari Kemenag Provinsi Jambi tersebut. Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi mulai tahun 2015 sudah resmi digunakan.
Menurut HBA, adapun gambaran transportasi udara yang telah ikut berkerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi diantaranya, Sriwijaya Air, Garuda dan Lion Air. Jenis dan Tipe pesawat yang digunakan Boeing 737 - 303 / 400 dengan kapasitas seat 148 -167. Jumlah jemaah pada tahun 2015 sebanyak 2108 jemaah dan ditambah para petugas kesehatan dan pendamping 23 orang, dengan jumlah penerbangan (Flight) 14 kali.

Upaya yang dilakukan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus beserta jajaran kini sudah membuahkan hasil yang signifikan tentang pengembangan Bandara Jambi. HBA juga secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama RI, melalui Dirjen Haji Dan Umrah yang telah memberikan kesempatan Embarkasi Haji Antara di Provinsi Jambi pada Tahun 1436 H / 2015 M.

“Dengan dibukanya Embarkasi di Jambi bisa menyatukan keberangkatan dari Kabupaten/kota yang berada di Provinsi Jambi melalui satu pintu yaitu Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi, melalui Batam langsung ke Mekah. Selama ini keberangkatan Haji Jambi terpecah menjadi dua bagian yakni Embarkasi wilayah barat melalui embarkasi Padang dan embarkasi wilayah timur melalui Batam. Kini bisa satu embarkasi yaitu embarkasi Jambi,” ujar HBA didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Ir P Bernhard Panjaitan MM.

Gubernur Jambi HBA juga menjelaskan, masalah Bandara Sultan Thaha Jambi sudah tidak ada masalah lagi. “Bandara Sulthan Thaha Saifuddin sudah bisa memenuhi syarat. Memang ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki, itu terus kita perbaiki dan ditindaklanjuti kini,” kata HBA.

Dirjen Haji dan Umrah Kemenag RI Abdul Jamil menjelaskan, untuk pelaksanaan embarkasi ini perlu waktu panjang dan proses yang matang. “Provinsi Jambi dengan Kepemimpinan HBA yang gigih terus memperjuangkan dan mempersiapkan semua keperluan embarkasi. Dengan semangat dan keyakinan yang tinggi ini perlu kita kasih apresiasi untuk Gubernur Jambi HBA,” kata Abdul Jamil.

Melihat jemaah Haji yang banyak dari Provinsi Jambi, ini sangat diperlukan embarkasi di Jambi ini. “Insya Allah tahun 2015 sudah bisa dilaksanakan di Jambi. Ini berkat buah  kerja keras Gubernur Jambi dan jajarannya,” ujar Abdul Jamil.

Turut serta pada kesempatan ini, Kanwil Agama Provinsi Jambi, Asisten II Sekda Provinsi Jambi Havis Husaini, Wakil Bupati Tanjab timur Ambo Tang, sekda kabupaten Merangin, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jambi Hendrizal, para undangan lainnya.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi guna mengupayakan Bandar Udara (Bandara) Sultan Thaha Jambi dapat sebagai bandara Embarkasih Jemaah Haji, kini telah terwujud. Selama ini Jemaah Haji Provinsi Jambi masih menggunakan Bandara Hang Nadim Batam dan Bandara Sumatera Barat sebagai Embarkasi Haji. Pemprov Jambi bersama pihak Angkasa Pura II Jambi kini telah melakukan pengembangan Bandara Jambi.

Menurut HBA, Bandara Jambi berstatus bandara internasional bisa dijadikan sebagai embarkasi jemaah haji. Sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran para jemaah haji serta mengesiansi jarak keberangkatan jemaah haji.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Ir P Bernhard Panjaitan MM, mengatakan, sesuai dengan arahan dari Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus dan Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar, maka Bandara Sultan Thaha Jambi akan ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional, sehingga harus memiliki desain yang baik.

“Bapak gubernur meminta agar terminalnya dibuat bagus dan juga agar bandaranya bisa digunakan sebagai embarkasi haji. Pihak Angkasa Pura tengah mempersiapkan pembangunan terminal baru dan direncanakan Juni 2015 ini sudah diresmikan,” ujar Bernhard Panjaitan.

Disebutkan, terminal baru tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dari terminal yang saat ini ada. Pembangunan terminal baru merupakan konsekuensi logis dari berkembangnya ukuran pesawat. Kedepannya pesawat sekelas Boeing 737-900 ER yang memiliki badan dan kapasitas angkut lebih besar bisa mendarat di Jambi.

Menurut Bernhard Panjaitan, tarif parkir mobil Bandara Sultan Thaha naik 50 persen. Semula pengunjung dikenakan tarif parkir mobil Rp 2.000, kini menjadi Rp 3.000. Khusus untuk sepeda motor tidak mengalami kenaikan tarifnya dan tetap Rp 1.000. Kenaikan tarif parker tersebut dikarenakan adanya regulasi yang mewajibkan pengelola parkir menyetorkan sebagian pendapatan parkirnya ke kas pemerintah daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wah!! Luar Biasa,..Kamu Pengunjung Yang Paling Baik Diantara Yang Lain